Musim hujan yang selalu datang di daerah topis, dan kian hari akan terus turun. Sinar mataharipun sulit kita dapatkan. Setiap musim hujan datang, ada dua masalah yang menghantui yaitu banjir dan cucian yang tidak kunjung kering. Hujan membuat cucian jadi lembab sehingga pakaian berbau tidak sedap dan rentan dihinggapi jamur serta kuman.
Lalu bagaimana supaya cucian bisa kering sempurna saat musim hujan seperti sekarang?
Berikut 13 tips untuk menghindari beberapa kemungkinan dalam mengeringkan cucian di musim hujan :
1. Jangan meletakkan pakaian basah atau lembab, di bagian mesin kulkas, televisi dan alat elektronik lainnya Air pada pakaian, bisa jadi merembes ke mesin dan bisa mengakibatkan kerusakan atau korsleting.
2. Gunakan mesin cuci yang memiliki fitur pengering pakaian hingga 60 - 80% Supaya cucian Anda cepat kering, ada baiknya gunakan mesin cuci yang dilengkapi fitur pengering khusus.
3. Pelintir dengan lembut, cengkram/genggam dengan keras.
4. Hindari memakai pakaian yang terbuat dari katun dan wool selama musim hujan.
Dua pakaian ini menyerap air dan dengan sendirinya akan sukar kering walau sudah
dimasukkan mesin pengering pakaian. Kenakanlah jenis pakaian yang kainnya "jatuh".
Selain cepat kering, pakaian seperti itu juga tak perlu payah-payah disetrika.
5. Keringkan pakaian menggunakan AC yang memiliki Plasmacluster. AC tidak hanya berfungsi sebagai pendingin ruangan, tapi juga bias dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian di kala musim hujan.Jemur cucian di bawah hembusan, AC yang memiliki fitur Laundry dan Plasmacluster
6. Melakukan pemerasan secara berkala.
7. Bila tidak memiliki tempat menjemur pakaian di bagian atas rumah, Anda bisa menyulap salah satu ruangan atau kamar, sebagai tempat mengeringkan pakaian. Caranya, buat tali jemuran darurat yang terdiri dari beberapa tali melintang di satu ruangan. Kemudian, gantungkan pakaian pada tali jemuran tersebut.
Atau bila ada tempat jemuran pakaian, masukkan ke dalam ruangan ini. Kemudian, pasang lampu pijar atau wolfram dengan watt yang cukup tinggi misalnya, 75 watt atau 100 watt di atas tengah ruangan. Bila ruangan ini memiliki kipas angin langit-langit, hidupkan. Bila tidak, Anda bisa meletakkan kipas angin di ruangan penuh pakaian basah itu. Bantuan angin dari kipas angin dan panas dari lampu pijar wolfram, akan membantu pakaian mengering.
8. Setrika pakaian dengan jenis setrika uap.
9. Di angin-anginkan.
10. Buatlah tempat jemuran di atas rumah atau dak, yang beratap dan memiliki sirkulasi angin yang banyak agar pakaian bisa digantung berhari-hari tanpa khawatir kehujanan, dan akan terbantu kering dengan angin yang memenuhi ruangan.
11. Bila pakaian sudah dikeringkan melalui mesin pengering dan sudah diseterika namun masih terasa lembab, anda bisa menyetrikanya sekali, kemudian gantung atau angin-anginkan lagi, baru kemudian, disetrika lagi. Jangan menyetrika pakaian yang masih basah dengan panas setrika maksimal. Sebab, alih-alih menjadikan kandungan air pada pakaian menguap, pakaian juga rusak karena terkena panas setrika maksimal. Ingat, ketentuan panas setrika pada label pakaian itu bukan hiasan, tetapi saran perawatan pakaian.
12. Gunakan hair dryer untuk mengeringkan pakaian lembab yang sedang digantung bila anda ingin segera memakainya, misalnya pakaian seragam sekolah atau kantor.
13. Pakaian lembab biasanya berbau apek. Untuk itu, saat digantung dan diangin-anginkan, semprotkan pewangi pakaian. Saat digantung, karak antar pakaian jangan terlalu dekat. Bila terlalu dekat, kelembabannyahanya akan merembes ke pakaian sebelahnya.
Dari berbagai sumber di Google




wah gak nyangka yah, ternyata bisa begitu :) Jasa Sablon & Konveksi Kaos
BalasPadam